Pada video kali ini saya mengambil jurnal yang berjudul Indikator titrasi asam-basa dari ekstraksi bunga sepatu, setelah saya lakukan pengecekan jurnal ini sudah terakreditasi sinta 2.
Jurnal ini sendiri bertujuan untuk membuktikan bahwa tanaman bunga sepatu itu bisa dijadikan indikator dari bahan alam dalam proses titrasi asam basa.
Link video: Materi Titrasi Asam Basa
Pada tabel yang anda tampilkan terdapat 3 indikator yang digunakan yaitu indikator fenolftalein, metil oranye dan bunga sepatu. Pada pengujian dengan menggunakan indikator metil oranye kenapa pada kondisi titrasi Asam lemah-basa kuat (CH3COH dengan NaOH) dan titrasi Basa kuat-asam kuat (NaOH dengan HCl) tidak dilakukan pengujian? apakah ada alasan dibalik itu?
BalasHapusMenurut Day dan Underwood (1998) indikator metil oranye mempunyai jangkauan pH 3,1 - 4,4 merupakan indikator titrasi basa lemah-asam kuat sehingga indikator ini dipakai sebagai pembanding. Jika digunakan indikator metil oranye pada titik ekivalen terjadi saat pH larutan 7 atau berada di atas 7 akan terjadi perubahan warna sebelum tercapai titik ekivalennya.
HapusOoh jadi indikator metil oranye ini tidak digunakan pada titrasi Asam lemah-basa kuat atau titrasi Basa kuat-asam kuat ini karena akan terjadi perubahan warna sebelum titik ekivalennya tercapai ya, baiklah terimakasih khairunnisa atas jawabannya.
HapusPada video anda dijelaskan bahwa terjadinya perubahan warna karena dalam ekstrak tersebut mengandung antosianin yang dalam strukturnya terdapat kation flavilium membentuk anhidrobase akibat perubahan pH. Pertanyaan saya, apa efek yang terjadi dari anhidrobase yang terbentuk akibat perubahan pH dalam struktur kation flavilium terhadap sifat kimia atau biologis dari ekstrak tersebut?
BalasHapusEfek dari anhidrobase yang terbentuk akibat perubahan pH dalam struktur kation flavilium terhadap sifat kimia atau biologis dari ekstrak tersebut dapat bervariasi tergantung pada kondisi spesifik dari ekstrak tersebut. Namun, secara umum, perubahan pH dapat mempengaruhi struktur molekul dan aktivitas biologis senyawa-senyawa yang terkandung dalam ekstrak.
BalasHapusPada umumnya, anhidrobase yang terbentuk akibat perubahan pH dapat mempengaruhi stabilitas molekular senyawa-senyawa tersebut. Selain itu, anhidrobase juga dapat mempengaruhi aktivitas biologis senyawa-senyawa tersebut, seperti kemampuan senyawa-senyawa tersebut untuk berinteraksi dengan enzim atau protein tertentu dalam tubuh.
Dalam konteks ekstrak yang mengandung antosianin, perubahan pH dapat mempengaruhi warna, stabilitas, dan aktivitas biologis antosianin tersebut. Sebagai contoh, perubahan pH dapat mempengaruhi kemampuan antosianin untuk berinteraksi dengan senyawa lain, seperti ion logam atau enzim tertentu, yang dapat mempengaruhi aktivitas biologis dan khasiat dari ekstrak tersebut.
Namun, untuk lebih memahami secara detail efek dari anhidrobase yang terbentuk akibat perubahan pH dalam struktur kation flavilium terhadap sifat kimia atau biologis dari ekstrak tersebut, diperlukan penelitian lebih lanjut dan pengujian yang lebih komprehensif.