Sabtu, 25 Februari 2023

Metode Presipitasi

Saya akan menjelaskan materi metode presipitasi
Link video: Metode Presipitasi

9 komentar:

  1. mengapa pada metode presipitasi ini menggunakan pelarut organik untuk melarutkan partikel ? apakah pelarut anorganik tidak dapat digunakan juga untuk melarutkan partikel ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pertanyaannya, metode presipitasi itu biasanya dilakukan untuk memisahkan suatu senyawa dari campuran dengan membentuk presipitat (endapan) yang akan terpisah dari larutan. Dalam beberapa kasus, pelarut organik digunakan dalam metode presipitasi untuk melarutkan senyawa organik yang tidak larut dalam pelarut anorganik.
      Pelarut organik itu memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan pelarut anorganik. Pelarut organik cenderung lebih polar dan memiliki kemampuan untuk melarutkan senyawa organik yang tidak larut dalam pelarut anorganik yang biasanya lebih non-polar. Selain itu, pelarut organik juga dapat membentuk ikatan hidrogen atau ikatan lainnya dengan molekul senyawa organik yang larut sehingga membantu untuk mempercepat proses larut.
      Namun, terkadang pelarut anorganik juga dapat digunakan dalam metode presipitasi tergantung pada senyawa yang akan dipisahkan dan pelarut yang tersedia. Ada senyawa yang hanya larut dalam pelarut anorganik tertentu dan tidak dapat larut dalam pelarut organik. Oleh karena itu, pemilihan pelarut harus sesuai dengan sifat-sifat senyawa yang akan dipisahkan dan tujuan dari proses presipitasi.

      Hapus
    2. berarti dengan kata lain penggunaan pada pelarut organik ataupun pada pelarut anorganik itu tergantung pada sifat-sifat senyawa yang akan dipisahkan, ada senyawa yang hanya larut dalam pelarut organik dan ada senyawa yang hanya larut dalam pelarut anorganik.

      Hapus
  2. Pada uji organoleptis kloramfenikol dengan kedua metode tersebut mengapa didapatkan hasil yang sama? Bagaimana jika formula yang diberikan berbeda, apakah akan mempengaruhi hasilnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hasil dari suspensi kloramfenikol pada metode presipitasi dan metode dispersi tidak mengalami perubahan dan tetap stabil. Karena kloramfenikol merupakan suatu antibiotik maka penggunaannya kurang lebih dalam jangka waktu 1 minggu. Apabila digunakan formula yang berbeda tentu saja akan mempengaruhi hasil dari uji organoleptisnya, mulai dari bentuk, warna, rasa, dan baunya akan berbeda.

      Hapus
  3. Bagaimana bobot jenis suspensi ini dapat mempengaruhi laju kekeruhan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bobot jenis medium berpengaruh pada rasio kekeruhan. Karena semakin besar bobot jenis medium maka semakin lambat laju kekeruhan. Pada metode presipitasi laju kekeruhannya terjadi lebih lambat dibandingkan metode dispersi. Berdasarkan hukum STOKES kecepatan sedimentasi berbanding lurus dengan bobot jenis dan ukuran diameter partikel. Apabila bobot jenis besar, ukuran diameter partikel besar maka kecepatan rasio kekeruhan besar pula sesuai pada metode presipitasi. Sedangkan bobot jenis kecil, ukuran diameter partikel kecil maka kecepatan rasio kekeruhan lambat sesuai dengan metode dispersi.

      Hapus
    2. Terimakasih khairunnisa sudah menjawab pertanyaan saya, jadi bobot jenis ini berbanding lurus dengan ukuran diameter partikel ya yang mana bisa berdampak pada laju kekeruhannya. Baiklah sayaa jadi mengerti sekarang sekali lagi terimakasih khairunnisa^^

      Hapus

UAS IMUNOTERAPI DAN SEROLOGI

Nama: Khairunnisa Rizkia Fitri NIM  : G1E121026 Kelas : B 1.  Jelaskan mengapa a da perbedaan antara maturasi sel limfosit T dan maturasi s...